Tampilkan postingan dengan label Mekanika Bahan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mekanika Bahan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 Juli 2012

Tutorial Cara Membuat Shortkey Pada SAP 2000

Ketika anda melakukan sebuah perintah yang dilakukan berulang kali, tentu akan lebih cepat jika anda menggunakan shortkey, opo kui shortkey?  shortkey yakni perintah pendek yang dilakukan melalui keyboard hanya dengan menekan tombol yang bisa kita tentukan sendiri, berikut ini tak ajari cara bagaimana to sakjane membuat shortkey pada program SAP 2000, pada contoh tutorial ini shortkey dibuat pada perintah menampilkan beban yang sudah dimasukan pada model struktur kita, selamat menngikuti..

1. Buka program SAP 2000 anda,  tutorial ini saya menggunakan SAP versi 10.01, btw ojo kuatir tutorial ini cocok untuk semua versi, he3x
2. Arahkan mouse anda di sembarang toolbar, misal toolbar save atau undo, lalu klik kanan, pilih customize, lihat gambar dibawah Tutorial Cara Membuat Shortkey Pada SAP 2000
2. Pilih tombol keyboard, lihat gambar dibawah
Tutorial Cara Membuat Shortkey Pada SAP 2000
3. jika benar akan muncul kotak dialog seperti dibawah ini, lalu berikan perintah sesuai urutan nomornya, no 1 lalu 2. adalah menentukan menu yang mana yang ingin dibuat shortkeynya, 3. ketik shortkey yang diinginkan, 4, klik assign untuk melanjutkan, jika benar shortkey akan masuk di kolom kanan, lalu 5. tekan tombol close, lalu close lagi
Tutorial Cara Membuat Shortkey Pada SAP 2000
4. selesai, silahkan coba shortkey anda..
Sumber: http://blogargajogja.com/tutorial/tutorial-cara-membuat-shortkey-pada-sap-2000.html
READ MORE - Tutorial Cara Membuat Shortkey Pada SAP 2000

Rabu, 15 Februari 2012

Menghitung Momen Inersia

Momen inersia penampang adalah salah satu parameter geometri yang sangat penting dalam analisis struktur. Untuk penampang yang beraturan, seperti persegi, formula untuk menghitung momen inersia  \dfrac{bh^3}{12} saya yakin kita sudah hapal di luar kepala, bahkan sambil merem juga bisa.
Formula nenek moyang dari momen inersia terhadap sumbu x adalah:
I_x = \int y^2 \, dA
Kalo untuk sumbu y, yaa tinggal ditukar aja.. y menjadi x, x menjadi y.. gitu aja kok repot. :)
I_y = \int x^2 \, dA Dari formula dasar itulah kita bisa menurunkan formula momen inersia untuk bentuk geometri apapun!

Bentuk Persegi
17-momen-inersia-11
Persegi di atas berukuran  b \times h , dengan sumbu x terletak pada sumbu netral atau garis berat. Berdasarkan formula dasar  I_x = \int y^2 \, dA , maka kita harus meninjau sebuah elemen kecil  \, dA . Elemen ini mempunyai ukuran  \, dx dan  \, dy . Sehingga bisa kita tuliskan
 dA = \, dx \cdot \, dy
Jika kita kumpulkan semua elemen  \, dA yang mempunyai nilai  y yang sama, maka elemen  \, dA , kini menjadi
 d A = b \cdot \, dy , sehingga
 I_x = \int by^2 \, dy
Karena  b bernilai konstan untuk setiap nilai  y , kita keluarkan saja  b dari kurungan cacing tersebut,
 I_x = b \int y^2 \, dy
Sekarang, tinggal menentukan batas atas dan batas bawah dari  \, dy . Berdasarkan gambar di atas, maka batas bawahnya adalah  -h/2 dan batas atas adalah  h/2 . Sehingga
 I_x = b \int_{\frac{-h}{2}}^{\frac{h}{2}} y^2 \, dy
Kalau diselesaikan,
 I_x \quad = b \cdot \dfrac{y^3}{3} \bigg|_{-\frac{h}{2}}^{\frac{h}{2}}
 I_x \quad = b \bigg[ (\dfrac{h/2}{3})^3 - (\dfrac{-h/2}{3})^3 \bigg]
 I_x \quad = b (\dfrac{h^3}{24} - \dfrac{-h^3}{24})
 I_x \quad = \dfrac{bh^3}{12}
Wow.. itu kan rumus tutup mata yang tadi udah digosipkan di atas!!
Bagaimana Dengan Momen Inersia Terhadap Bukan Sumbu Netral?
Pertanyaan bagus!! (!?.. yang nanya siapa.. yang jawab siapa...)
17-momen-inersia-2
Misalnya, pada gambar di atas, kita mau menentukan I_x  tapi sumbu x-x tidak pada garis berat, melainkan seperti pada gambar.
Kembali lagi ke rumus nemoy (nenek moyank)...
 I_x = \int y^2 \, dA , jika dilanjutkan kira-kira akan seperti ini
 I_x \quad = \int y^2 b \, dy
 I_x \quad = b \int_0^h y^2 \, dy
Stop dulu... (hening)
Kalo diperhatikan... batas bawah dan batas atas integralnya... berbeda..!.
 I_x \quad = b \cdot \dfrac{y^3}{3} \big |_0^h
 I_x \quad = \dfrac{bh^3}{3}
Hohoho... ternyata nilainya lebih besar daripada  I_x terhadap sumbu netral.
Coba kita geser lebuh jauh lagi ke atas. Lihat gambar di bawah.
17-momen-inersia-3
Mulai dari rumus dasar:
 I_x = \int y^2 \, dA
Trus... catat: batas bawah =  y_o , dan batas atas =  y_o + h
 \begin{array}{rl} I_x &= \int_{y_o}^{y_o+h} by^2 \, dy\\ \\ &= b \cdot \dfrac{y^3}{3} \bigg|_{y_o}^{y_o+h} \\ \\ &= \dfrac{b}{3} \cdot \big[ (y_o + h)^3 - y_o^3 \big] \\ \\ &= \dfrac{b}{3} (y_o^3 + 3y_o^2h + 3y_oh^2 + h^3 - y_o^3) \\ \\ &= \dfrac{b}{3} \big[3y_oh (y_o + h) + h^3 \big] \\ \\ I_x &= \dfrac{bh^3}{3} + by_oh(y_o+h) \end{array}
Hmm.. dimodif dikit boleh nggak?... Kita mau paksain ke bentuk nenek moyang..  \dfrac{bh^3}{12} . Bijimana caranya?.. simak terus.
 \begin{array}{rl} I_x &= \dfrac{4bh^3}{12} + by_oh(y_o+h) \\ \\ &= \dfrac{bh^3}{12} + \dfrac{3bh^3}{12} + by_o^2h + by_oh^2 \\ \\ &= \dfrac{bh^3}{12} + \dfrac{bh^3}{4} + by_o^2h + by_oh^2 \\ \\ &= \dfrac{bh^3}{12} + bh( \dfrac{h^2}{4} + y_o^2 + y_oh) \\ \\ &= \dfrac{bh^3}{12} + bh{(y_o + \dfrac{h}{2} )}^2 \end{array}
17-momen-inersia-4
Nah... udah kelihatan.  bh itu kan tidak lain adalah luas persegi, sementara  y_o+\dfrac{h}{2} adalah jarak titik berat ke sumbu momen inersia!.. atau kalo menurut gambar di atas  y_o + \dfrac{h}{2} = y .
Secara umum bisa dituliskan:
 I_x = I_{ox} + Ay^2
dimana,
 I_x adalah momen inersia terhadap sumbu x tertentu
 I_{ox} adalah momen inersia terhadap sumbu netral (garis berat)
 A adalah luas bangun/penampang
 y adalah jarak dari titik berat ke sumbu momen inersia yang dicari.
Catatan : untuk tinjauan sumbu-y... tinggal ditukar aja kok.. x jadi y, y jadi x.. :)
Udah ah... ntar disambung lagi.. yang penting kalo udah tau konsep ini, penampang apa pun bisa kita cari momen inersianya..
Penting nggak? Ya penting lah.. soalnya tidak mustahil dalam desain maupun analisis elemen struktur, kita akan menemukan bentuk penampang yang tidak lazim... misalnya profil baja yang ukurannya tidak ada di dalam tabel. :)
Sumber: http://duniatekniksipil.web.id/435/menghitung-momen-inersia/#more-435
READ MORE - Menghitung Momen Inersia